Selasa, 28 Agustus 2012

Anak Bawang

Ahaaa.. Horeee...

Ini Blog pertama gw. (ehh, bohong dosa kan ya?) Ok. Bukan.  Ini blog kedua gw, tapi posting pertama. *sumringah lebar*
Setelah launching blog pertama yang salah konsep di host yang punya awalan huruf W itu, gw memutuskan untuk mencari yang easy using.
 "Kenapa salah konsep, Wid?". Iya, karena gw menggunakan bahasa kedua gw yang sangat dipastikan belum mencapai titik 550 itu, jadi masih sangat tidak kredibel. Yyeaah, you-know-what lah bahasa dan apa maksud angka itu. Maklum, Anak Bawang, jadi masih meraba konsep apa yang bagus untuk tempat curhatnya. "Hah? Anak Bawang??". Iya, jadi gw adalah salah satu umbi-umbian yang digunakan ibu-ibu untuk masak dan menyedapkan makanan. Kalo di cerita dongeng gw punya sahabat namanya bawang merah dan bawang putih.

BUKAAAANN!! Hahaha, ok, cukup jayus-jayusannya!! 

Anak Bawang = Anak Baru, kosa kata ini sering dan famous sekali dipake sama anak2 SD jaman gw SD dulu, sekitar tahun 1999an - mungkin sampe sekarang. Anak bawang biasanya anak baru atau anak ingusan yang jadi beking si jagoan, bisa dibilang asisten nya, atau lebih gampang lagi disebut---Pembantu---nya. Hahaha, maaf ya yang lagi ngerasa jadi anak Bawang. Setelah melakukan riset terhadap diri sendiri (percayalah ini sangat tidak kompatibel diterapkan pada diri anda apa lagi orang lain), yang dilakukan anak bawang saat didelegasi tugas atau melakukan pertama nya adalah dengan beberapa klasifikasi yang akan gw jelaskan dengan sok formal dibawah ini :

  • Anak Bawang beneran : Job pertama, si anak bawang akan berkenalan dengan tugas pertamanya. Cara bekenalannya sama kaya anak bawang berkenalan dengan cinta pertamanya (mulai sok tau dan sok romantis). Dia akan mencari tau tugas apa ini, biasanya dibaca pelan-pelan, tanya kanan-kiri, kanan-kiri? apakah itu? Jadi, yang menjabat sebagai kanan-kiri itu  adalah malaikat pencatat amal baik dan buruk, jadi kalo di alam arwah nanti bakal ditimbang kaya bawang, berat yang kanan atau yang kiri, menentukan neraka atau surga.------- BUUKKAANN!! Serem aja!------Hahaha, kanan-kiri maksudnya adalah teman2 disampingnya yang bisa ditanya. Atau riset lewat bahan bacaan atau tanya sesepuh virtual a.k.a Google. Setelah kenal, maka dia akan mengenal lebih jauh dengan mengerjakannya sangat teliti, hati-hati dan penuh cintaaa. "Hasilnya kerjannya gimana, Wid?". Tanya sama si anak Bawang lah! masa tanya gw. Hehehe, ok ok, hasil tergantung kemampuan daya serap dan kreatifitas anak bawang.

  • Anak Bawang Modifikasi Alam : Gw sangat yakin gw ada di klasifikasi yang ini (meyakinkan diri sendiri). Anak Bawang tipe ini akan bertindak sok kenal sok dekat sama tugasnya, ga pake kenal-kenalan!! Tancap boss! Ga berlaku tuh lagunya Kotak-Pelan pelan saja! Hehehe. Anak Bawang ini mungkin gegabah, agak sombong dan SANGAT percaya diri, karena mereka percaya dengan teori siapa lah itu yang mengatakan bahwa "Bukan tentang siapa yang terkuat, tapi siapa yang paling dapat beradaptasi" Nah loo..(Btw, gw tw lho pencetus teori itu, walaupun dia bukan kakek gw). Tugas pertama adalah ajang pamer ke si pemberi tugas bahwa dia mampu, either mampu menyelesaikan dengan baik ataupun asal selesai yang penting keliatan bisanya gituuhh. Hahaha, kasian sekali si Anak Bawang, mau show off tapi terbatas, sabar ya bawang. "Hasil kerjanya, Wid?". Ehh,dibilang tanya aja langsung sm si bawang! masih aja tanya ke gw. Hwohohoho, ok ok, kalo yg ini hasinya either sangat bagus karena kemampuan adaptasi nya ini memberikan skill tambahan atau hasilnya adalah,,,, ZONK! Ga berhasil sama sekali, yg penting selesai, kan cuma bwt show off kl dia (sekedar)bisa. Hwahahaha, benar-benar kasian si Bawang tipe ini. Tapi yang sangat gw percayai lahir dan batin adalah anak bawang tipe ini akan berhasil karena teori adaptasi darwin yg nemplok jadi idealisme nya. GOOO ANAK BAWANG!!! XD *LOL*

---------------------  Dan si Anak Bawang pun hidup bahagia karena beradaptasi ------------------------


PS: Teman-teman pembaca yang baik, sungguh saya sangat menyesal telah mem-bully si Bawang, padahal si Bawang ga punya salah kecuali si Bawang Putih yang dari jaman dulu sekali sampe sekarang dosanya gede banget terhadap Bawang Merah. Dibuang sayang, disimpen aib, tapi posting bodoh ini harus dapat menghidupi keluarganya dikampung, jadi gak saya pecat a.k.a hapus, jadi biarkan dia tetap hidup ya di blog ini. Makasih lho komennya!!  *Huge Smile*

*kecup ala anak Bawang