Rabu, 10 Desember 2014

The First Time We Met

"Hey, can I meet you personally after lunch time?"

Ahh, sudah ku bilang berkali-kali jangan datang ke cubicle ku. Ini bukan karena aku menolakmu ya. Tapi kita gak akan pernah tau apa yang akan mereka gosipkan setelah melihatmu datang ke cubicle ku. Bukan karena aku, tapi reputasi mu disini, sayang.

Yeah, 6.45pm, ini kedua kalinya kau tepat waktu menjemputku dimeja untuk pergi mencari tempat "personal meet-up" tersebut. Aku menikmati obrolan kita saat menuju coffee shop digedung sebelah. Aku rasa satu gelas plastik kopi akan sedikit mencairkan suasana canggung yang biasanya terjadi ketika aku kehabisan bahan obrolan.

Gak salahkan kalau kita memilih meja panjang berisi enam kursi dipojok coffee shop? Hanya untuk dua orang. Ice Latte & Hot Dolce Latte bisa jadi alasan kita untuk menghindari tatapan mata canggung. Yaa, pura-pura minum.

Masih hangat rasanya saat beberapa malam lalu kita memutuskan menghindari kemacetan bodoh itu dengan berjalan kaki menuju tempat mall elite tujuan mu. Bukan maksudku sengaja membuat supirmu menembus kejamnya macet ini sendirian ya, tapi karena kau hanya ingin film jam 7.50 itu. Dan sebenarnya aku juga tak berharap kau akan setuju dengan berjalan kaki menuju mall itu. Kota ini sunggu tidak pedesterian friendly. Dan kalau-kalau ada yang melihat kita berjalan melewati bawah jembatan layang yang gelap itu, mereka jelas akan berfikir aku menculikmu! Lupakan tentang tidak pedesterian friendly dan terowongan gelap, aku senang sepanjang jalan aku tidak kehabisan bahan obrolan dan kau tertawa. kilau sorot lampu mobil dan motor saat macet mendukung "Good Time" jalan kaki itu. Agak bodoh memang karena aku terjatuh dibawah jembatan karena tatanan taman yang tidak rapi. Celana yang sedikit kotor karena bekas jatuh, asap polusi yang membuat "sedikit" bau baju ku, dan keringat yang membuat eyeliner ku luntur sukses membuat ku mengulang kata-kata "We have to go to toilet, I must be looks awful!", dan kau hanya bilang "No,no,no, you looks OK". Tapi karena kau, aku tak perduli dengan toilet lagi. Tujuan ku cuma satu, ticket! Setidaknya ide berjalan kaki ku sukses membuat kita ontime masuk theater. "Thanks me later!"

Ya, aku tau kita kelaparan setelah pulang agak malam dan berjalan kaki, tapi keputusan membeli popcorn big bucket mu jelas salah. Kau tidak menghabiskannya, bahkan tidak sampai setengahnya. Kau meninggalkannya. Yang benar tentangmu hanyalah film itu, tak ada yang tak tertawa dan tak ada yang menyukainya. Film animasi itu sesuai dengan rating dan popularitas "lucu" nya. Thank You! Durasi film nya membuat kita keluar tepat disaat semua tenant restoran closing last order nya. kau bercerita tentang temanmu dirumah yang mirip dengan karakter tokoh film tadi, big size dan lucu. Sedangkan aku masih memutar otak mencari cafe atau resto yang sekelas dengan mu dan dimana.  Tapi heeyy,,,Christmas season membuat dekorasi mall ini terlihat lucu dengan dominasi teddy bear dimana-mana. Camera on! Aku mengeluarkan mirorless ku dan langsung "selfie" potrait didepan big teddy. Aku mau semua di capture dengan baik, aku meminta security mengambil foto kita didepan rumah teddy bear.

Aku rasa ide berjalan kaki malam itu totally membuat kita mengenal lebih jauh lagi, sampai hari ini. Dan hey,sepertinya barista menambahkan bahan baku lain yang aneh pada kopiku malam ini, bahan baku yang mambuatku memiliki kekuatan lebih saat ini. Kekuatan untuk melihat matamu lebih dalam  saat diam. Aku menikmatinya. Matamu memang menghilang saat tertawa, tetapi sebenarnya mata mu besar saat diam. Kau persis mencerminkan keseimbangan seorang manusia, diam mu sama banyaknya dengan tertawa mu.  Kali ini aku benar-benar kehilangan cerita, ini pasti karena otak ku terlalu banyak diisi topic-topik gak penting yang biasanya kuceritakan padamu.


Seperti pagi itu saat kita datang ke sebuah seminar tentang cara menanggulangi bencana alam.  Aku mulai basa-basi bertanya tentang aktivitas weekend mu dan menceritakan weekend ku. Sepanjang seminar aku menceritakan tentang hal-hal yang sama. Topik seminar itu terlalu berat untuk ku cerna, entah bagaimana dengan mu. Dan aku mulai berbasa-basi seperti biasa. Aku mulai bercerita dan bertanya hal-hal gak penting lagi denganmu. Bertanya apa mimpi-mimpi kecil mu, cita-cita mu saat ini, dan apakah orang-orang dinegara mu sudah terbiasa menghadapi bencana. Percayalah aku hanya basa-basi selama ini. Aku pernah bertanya kau punya berapa saudara, dan aku lupa jawabannya. Atau nama kampung halamanmu, jelas aku tak peduli kau berasal dari mana. Itu semua karena aku terlalu benci menjadi “awkward” disamping sesorang. Dan Hey! aku baru tau selama satu tahun kau tinggal di kota ini, kau hanya  sekali pergi menonton dibioskop. Haha, Lucu juga kau ini. Yes, understood, semua waktumu jelas kau habiskan untuk business trip, control penjualan disetiap cabang dan visit store. Baiklah, sebagai “ice breaker”, aku pun basa-basi mengajakmu ke bisokop. Kasian kau. Hahaha.  

Aku tau meja dipojok coffee shop itu terlalu besar untuk kita berdua. Aku menikmati semua kata-katamu. Mengingat setiap detailnya, dan bercerita tentang “Kura-kura”. Lupakan tentang kura-kura. Yang terpenting sekarang bukan apa yang aku ceritakan lagi, tapi aku hanya ingin mendengarmu. Aku berjanji akan mengingatnya, tidak lagi berpura-pura tidak peduli atau basa-basi seperti biasa.

 I choose to be the one who leaves rather than be leaved. Because sometime it is hurt to be leaved by someone. It was like you will have another live there, yet I just hung up alone here. Aku harus memberikam "stupid box" yang sudah kusiapkan sebagai farewell gift mu.

..............Continue..............

 Baiklah, aku mulai menyesali sikap basa-basi ku selama ini. Seharusnya aku tidak pura-pura bertanya berapa jumlah saudara kandung mu, bagaimana hubungan mu dengan orang tuamu, asal sekolahmu dan apapun tentang itu.

Kamis, 13 November 2014

Banyak Sekali Yang Terlewatkan.


Banyak sekali yang terlewatkan.
 
Saya berhenti menulis sejak satu tahun lalu. Mengingat banyaknya kegiatan yang saya lakukan setahun belakangan ini, entah karena terlalu (sok) sibuknya, atau karena niat menulis yang hilang. Tapi sekali lagi, harus ditampar dengan hal kecil untuk melakukan hal-hal besar lainnya. Saya selalu kagum untuk semua orang yang dengan mudah nya menulis. Karena memang bukan hanya menulis, kalian dengan mudahnya menuangkan apa yang ada di sini (tunjuk kepala bagian belakang, otak) menjadi ringkasan sudut pandang yang dapat dinikmati oleh orang lain,pembaca.  Itu yang susah sebenarnya buat saya, menuangkan ide dan kembali mencari niat menulis yang hilang itu. Banyak dari para penerima beasiswa juga awalnya dari menulis. Mereka dengan mudahnya menyelesaikan motivation letter tanpa harus menunggu mood bagus dan menunda seperti saya.
Aahh,,Seharusnya saat ini saya sudah membara menyelesaikan banyak tulisan hasil dr banyaknya kegiatan, memenuhi blog dengan rentetan cerita tentang travelling, hiking, diving, social activities and else. Tapi… yasudah lah, intinya semakin sy menunda, semakin banyak cerita yg terlewatkan.
Kalau gak keberatan, kalian bisa ingatkan saya untuk menulis, atau menagih tulisan saya setiap hari, mulai dari hari ini.
Semoga tidak ada lagi yang terlewatkan.
 
Cheers, J
Anak Ayam.

Rabu, 12 Juni 2013

Lebih Dekat




Sampai kantor tepat pukul 7.45am! Rekor baru! Hahaha. Biasa sampai kantor jam 8.15am, padahal berangkat dari tempat yang lebih dekat. Pagi ini berangkat dari rumah jam 6.50am diantar Mami sampai lampu merah pangkalan jati, kata Mami naik m18 ke kampung melayu itu lbh cepat daripada naik 54. Prasa Ibu selalu benar kali ini terbukti. Dari kampong melayu naik bis tercinta 213 arah Grogol. Sampai di Grogol biasanya naik Transjakarta arah Duri Kepa, tapi pagi ini bermodal nekat dan uang secukupnya, mencoba untuk naik angkot dari samping CitraLand. Ceritanya sebulan yang lalu habis jenguk si Halvon yang sakit DB, gw dan Si Qidut nyasar ke CitraLand karena salah naik angkot dari RS.. Nyasar kok ke Mall? Udah niatnya main kali ya, jadi nyasar nya juga buat main. *Lol. Dari nyasar itu gw tau ada angkot merah no.03 arah Meruya. Gw mengira-kira akan lewat daerah Kedoya. Tanpa berfikir pun akirnya jurus nekat itu digunakan (gw juga gak biasa mikir sih kl ambil keputusan. Haha). Lama juga angkot nge-tem karena baru bisa berangkat kalo penumpang penuh. Setelah penuh dan ikut berputar-putar sekitar 15menit  ,,,,TADAA!!! Sampai di depan kantor! Hwahaha. Alhamdulillah. Senang tak terkira, loncat-loncat lincah.  *lebay.

Berfikir untuk meninggalkan kos dan stay di rumah lebih cepat dari planning awal. Tapi nanti si Anak ayam bakal sedih karena kehilangan induknya. :P *mention si Boo. Btw, ternyata ada yang jual susu kedelai juga didepan kantor,harganya murah dan cukup meyakinkan karena ampas nya masih terasa dilidah, dan terlalu manis. Gw kira bakal sampai telat ke kantor,Pondok Bambu – Kedoya itu jauh banget ya bok! Timur ke Barat! Khawatir telat karena hari ini meeting pagi jam 10 di SCBD. Tapi sudah seharusnya kita menaklukan kekhawatiran dengan action nyata. Khawatir takut gagal itu seperti membuka payung dan berkeliling kota untuk mengantisipasi hujan dimusim panas. Setuju? Pasti setuju. Terimakasih. Haha. Ke PDan. Tapi benar kan? Expect for the best, prepare for the worst. Devil is in detail, make a back up plan and chose for the best alternative


 Peluk semangat pagi untuk para pembaca. Xoxo.

Jumat, 12 April 2013

Ayam..ayam..ayam..

Mungkin cuma orang ini yang makan fried chicken pake sendok plastik, dan berhasil menghabiskannya secara sempurna, hanya tulang. Tanpa mengotori tangannya.

(foto menyusul ya! *wink)

Senin, 18 Februari 2013

Kamis, 13 September 2012

Sama Seperti Yang Lain

Tuhan, apa kabar hari ini?
Tenang, hari ini aku datang bukan buat "menye-menye" lagi. Aku datang untuk ngobrol dan meminta. Karena aku percaya, Engkau pasti akan senang sekali saat aku meminta, karena cuma dari satu muara semua hidup baik yang aku dapat, dari Engkau. So, mau minta lagi boleh ya...

Hehehe..

Tuhan.
Hari ini aku sadar(terimakasih sudah menyadarkan ku), bahwa belakangan ini aku duduk dikursi nyaman ku, dan lupa tentang perjuangan yang biasa aku perjuangkan. Artikel tentang  Long Distance Recruitment di sebuah majalah tempat aku magang membuatku ingin menangis dan meminta kuat lagi untuk pertolongan-Mu. Ada sosok yang dibahas di artikel LDR ini, namanya Annisa Thabiina(24), seorang penerima beasiswa Program budaya Walt Disney yang menjadi Cultural Representative di Orlando. Sederhana memang, ya, banyak mungkin yang jauh lebih hebat dari Annisa, tapi entah mengapa apa yang dia punya sekarang membuat aku diam didalam artikel dan membayangkan betapa jauhnya aku dari mimpi-mimpi ini yang sebenarnya selalu aku bawa dibawah alam sadar ku. Annisa punya lebih dari 1000 teman di FB, jauh lebih sedikit dari Muhammad Iman Usman seorang pencetus pergerakan pemuda Indonesia yang namanya sudah mendunia, teman Iman hampir 5000 orang. Tapi entah kenapa aku merasa dia lebih sederhana tetapi powerful sekali untuk membuat orang bermimpi lagi tentang mimpi-mimpi luar biasa versi anak muda. Baru saja aku menghubungi Annisa via FB untuk menjalin persahabatan. Semoga di menerima request pertemanan, (Amin).

Tuhan.
Engkau pasti tau tentang tugas Google Adword yang ditugaskan bos ku. Dia sangat baik untuk ukuran sosialita Jakarta yang dekat dengan dunia hiburan. Dia berlaku seperti teman dengan ku, walau sifat moody nya kadang membuat ku ingin menuliskan kata-kata andalan ku bagi semua manusia moody didunia ini di post it ku "Gak cuma Lo yang punya masalah didunia ini, semua juga punya masalah!", atau, "Tau kenapa banyak perang didunia ini? Karena orang-orang kaya Lo ngerasa masalah kecil Lo lebih penting dibanding masalah penting lainnya." Loh, qo jadi curhat. Hahaha.
NO, my boss is really nice. Gaya begajulannya yang membuat dia berbeda dengan gaya kepemimpinan ala Bos lainnya. Untuk ukuran perusahaan media, dia masih sangat normal, tapi kalo di dunia perbankan, ooh, BIG NO! Ya, semua orang punya tempatnya masing-masing.
OK! Cukup ngomongin orangnya. Back to my Google Adwords . Dia menawarkan ku untuk ikut sertifikasi Google Adwords, sertifikasi untuk para calon social media strategist. Ini kesempatan yang sangat bagus, jarang ada orang yang menawarkan  $50 untuk ku secara cuma-cuma. Biayanya tesnya $50 untuk, tes nya dilakukan secara Online. Sayang, aku tidak terlalu fokus untuk ini, padahal kesempatan kali ini pasti cuma datang satu kali untuk aku diwaktu seperti ini, dan cuma datang dari dia, si bos. Sudah 1bulan aku mangkir belajar untuk ujian sertifikasinya. Ya, banyak alasan ga penting yang sebenernya benar2 sangat tidak penting dibanding sertifikasi ini. Padahal saat aku punya sertifikasi ini, menjadi sebuah gengsi baru dan akan mempercantik CV ku. Inilah keindahan kursi nyaman ku, membuat nyaman tapi jatuh. :)

Tapi.
Apa yang aku rasa hari ini, membuat aku bertekad untuk ujian sertifikasi Google adwords MINGGU DEPAN!! 22sept'12. Janji! ada janji dan ada terget tanggal untuk ujian, janji ga akan mangkir belajar lagi, janji untuk belajar setiap habis subuh, diangkot dan saat lunch break(dan janji jadi anak magang yang baik,hehe).

Tuhan, ternyata hari ini doa nya pake curhat lagi deh, maaf ya, suka kelepasan kalo kita lagi ngobrol gini. hehehe.

Tuhan, mimpi ku sama seperti mimpi-mimpi anak muda lainnya. Anak-anak muda yang sedang mengejar kejutan dibalik mimpinya dan gerak cepatnya untuk mewujudkan semua mimpinya.
Aku hanya ingin mimpi Mami dan Babeh terwujud, mimpi tentang masa depan anaknya.

Tahun 2008, Babeh (panggilan sayang buat si bapak) pernah cerita.
"Kemarin ngobrol sama nasabah, cerita anaknya belajar ke Belanda. Terus bapak bilang aja, anak saya juga lagi cari-cari beasiswa nih ke luar negeri." Iya, itu cuma bohong, aku dan Anton(my little brother) ga pernah cari beasiswa, lebih tepatnya ga ada pikiran kesana. Aku tau dia bohong dan malu juga pasti. Aku juga marah, ya iyalah, aku cuma underdog yang dipaksa masuk kelas IPA sama babeh. Dear God and reader, bottom five and the last one was always mine. At that time.

2 Tahun yang lalu. Kata si babeh waktu di elevator Ambasador Mall (kita lagi hangout cari HP baru bwt mami).
"Kak, nanti kalo Kamu ke Australia, nanti bapak mau pake mantel tebal sambil main salju (sambil memperagakan gaya kedinginan dibalik mantel)."
Kali itu, aku dalam proses seleksi beasiswa UNSW dari sponsor Commonwealth Bank. Ya, finalis, 4 besar untuk 2 posisi scholars dari Indonesia. Hehehe.. Kayanya 2tahun yang lalu masih duduk di bottom seat deh. hehehe..
Maaf ya babeh, bukan kali ini. :)
Aku berhenti dibabak akhir, yaitu wawancara langsung dengan komisaris Commonwealth dan forum diskusi debat dengan peserta luar biasa yang berasal dari Universitas peringkat atas di Indonesia.(you-know-who).

2 Tahun lalu si Mami(panggilan sayang buat si Ibuk) juga pernah bilang :
"Kak, kamu cari beasiswa keluar negeri donk, biar Ibu sama Bapak bisa jalan-jalan ke luar negeri."
Sedih lho dengar kata-kata doa dan pengharapan kaya gitu, coba deh ntr rasain sendiri.

1Tahun yang lalu, aku mendengar percakapan mami dan om di telpon ; kata Mami
"Mungkin aku ga berlimpah harta, cuma ya selalu ada dan cukup. Mungkin Allah kasih rejeki lewat prestasi anak-anak ku."
Seneng lho dengar nya statement nya mami.
Aku dengar statement itu beberapa hari sebelum keberangkatan ku ke Thailand untuk student exchange beasiswa M-I-T mobility program dari Dikti. Hehehe.
Selang beberapa bulan Anton mendapat beasiswa Cultural Exchange ke Korea Selatan! Ya, Gangnam style! Dia dan Saxophone nya memberi sentuhan baru untuk exchange ini. Kekayaan budaya Indonesia selalu memeriahkan pertukaran ini dengan berbagai suguhan lokal Indonesia yang sangat menarik dibanding negara-negara Asean lainnya. Anton berbeda, berbeda karena dia dan Saxo-nya, berbeda karena visinya untuk keluarga.
Tinggal Astri yang belum melebarkan sayap kecil nya yang sedang patah.
Tapi sebentar lagi, aku percaya, Astri dan apa yang dia punya akan terbang lebih jauh dari aku ataupun Anton. (bantu aku dengan AMIN ya reader).

Baik Annisa Thabiina maupun keluarga ku, akan selalu jadi inspirasi dan semangat luar biasa untuk setiap jejak langkah penuh semangat dan keringat yang aku tinggal kan.

Mimpi ku sama seperti yang lain, cuma untuk membuat Mami dan Babeh selalu punya cerita untuk diceritakan pada tetangga, teman-temannya, sanak saudara, sepupu, handai taulan (banyak amat deh komponennya) dan dunia.

Tuhan, itu aja buat hari ini, besok lagi yaa, eehh, bentar lagi juga ketemu di jam ashar. hehehe. Big Thanks and Love YOU.

Ps : Dear Readers, Terimakasih untuk membantu ku mengucapkan Amin disetiap doa dalam tulisan ini. Mungkin Amin yang kamu ucapkan barusan akan berbalik untuk mewujudkan doa-doa mu juga.. AMIN

Selasa, 28 Agustus 2012

Anak Bawang

Ahaaa.. Horeee...

Ini Blog pertama gw. (ehh, bohong dosa kan ya?) Ok. Bukan.  Ini blog kedua gw, tapi posting pertama. *sumringah lebar*
Setelah launching blog pertama yang salah konsep di host yang punya awalan huruf W itu, gw memutuskan untuk mencari yang easy using.
 "Kenapa salah konsep, Wid?". Iya, karena gw menggunakan bahasa kedua gw yang sangat dipastikan belum mencapai titik 550 itu, jadi masih sangat tidak kredibel. Yyeaah, you-know-what lah bahasa dan apa maksud angka itu. Maklum, Anak Bawang, jadi masih meraba konsep apa yang bagus untuk tempat curhatnya. "Hah? Anak Bawang??". Iya, jadi gw adalah salah satu umbi-umbian yang digunakan ibu-ibu untuk masak dan menyedapkan makanan. Kalo di cerita dongeng gw punya sahabat namanya bawang merah dan bawang putih.

BUKAAAANN!! Hahaha, ok, cukup jayus-jayusannya!! 

Anak Bawang = Anak Baru, kosa kata ini sering dan famous sekali dipake sama anak2 SD jaman gw SD dulu, sekitar tahun 1999an - mungkin sampe sekarang. Anak bawang biasanya anak baru atau anak ingusan yang jadi beking si jagoan, bisa dibilang asisten nya, atau lebih gampang lagi disebut---Pembantu---nya. Hahaha, maaf ya yang lagi ngerasa jadi anak Bawang. Setelah melakukan riset terhadap diri sendiri (percayalah ini sangat tidak kompatibel diterapkan pada diri anda apa lagi orang lain), yang dilakukan anak bawang saat didelegasi tugas atau melakukan pertama nya adalah dengan beberapa klasifikasi yang akan gw jelaskan dengan sok formal dibawah ini :

  • Anak Bawang beneran : Job pertama, si anak bawang akan berkenalan dengan tugas pertamanya. Cara bekenalannya sama kaya anak bawang berkenalan dengan cinta pertamanya (mulai sok tau dan sok romantis). Dia akan mencari tau tugas apa ini, biasanya dibaca pelan-pelan, tanya kanan-kiri, kanan-kiri? apakah itu? Jadi, yang menjabat sebagai kanan-kiri itu  adalah malaikat pencatat amal baik dan buruk, jadi kalo di alam arwah nanti bakal ditimbang kaya bawang, berat yang kanan atau yang kiri, menentukan neraka atau surga.------- BUUKKAANN!! Serem aja!------Hahaha, kanan-kiri maksudnya adalah teman2 disampingnya yang bisa ditanya. Atau riset lewat bahan bacaan atau tanya sesepuh virtual a.k.a Google. Setelah kenal, maka dia akan mengenal lebih jauh dengan mengerjakannya sangat teliti, hati-hati dan penuh cintaaa. "Hasilnya kerjannya gimana, Wid?". Tanya sama si anak Bawang lah! masa tanya gw. Hehehe, ok ok, hasil tergantung kemampuan daya serap dan kreatifitas anak bawang.

  • Anak Bawang Modifikasi Alam : Gw sangat yakin gw ada di klasifikasi yang ini (meyakinkan diri sendiri). Anak Bawang tipe ini akan bertindak sok kenal sok dekat sama tugasnya, ga pake kenal-kenalan!! Tancap boss! Ga berlaku tuh lagunya Kotak-Pelan pelan saja! Hehehe. Anak Bawang ini mungkin gegabah, agak sombong dan SANGAT percaya diri, karena mereka percaya dengan teori siapa lah itu yang mengatakan bahwa "Bukan tentang siapa yang terkuat, tapi siapa yang paling dapat beradaptasi" Nah loo..(Btw, gw tw lho pencetus teori itu, walaupun dia bukan kakek gw). Tugas pertama adalah ajang pamer ke si pemberi tugas bahwa dia mampu, either mampu menyelesaikan dengan baik ataupun asal selesai yang penting keliatan bisanya gituuhh. Hahaha, kasian sekali si Anak Bawang, mau show off tapi terbatas, sabar ya bawang. "Hasil kerjanya, Wid?". Ehh,dibilang tanya aja langsung sm si bawang! masih aja tanya ke gw. Hwohohoho, ok ok, kalo yg ini hasinya either sangat bagus karena kemampuan adaptasi nya ini memberikan skill tambahan atau hasilnya adalah,,,, ZONK! Ga berhasil sama sekali, yg penting selesai, kan cuma bwt show off kl dia (sekedar)bisa. Hwahahaha, benar-benar kasian si Bawang tipe ini. Tapi yang sangat gw percayai lahir dan batin adalah anak bawang tipe ini akan berhasil karena teori adaptasi darwin yg nemplok jadi idealisme nya. GOOO ANAK BAWANG!!! XD *LOL*

---------------------  Dan si Anak Bawang pun hidup bahagia karena beradaptasi ------------------------


PS: Teman-teman pembaca yang baik, sungguh saya sangat menyesal telah mem-bully si Bawang, padahal si Bawang ga punya salah kecuali si Bawang Putih yang dari jaman dulu sekali sampe sekarang dosanya gede banget terhadap Bawang Merah. Dibuang sayang, disimpen aib, tapi posting bodoh ini harus dapat menghidupi keluarganya dikampung, jadi gak saya pecat a.k.a hapus, jadi biarkan dia tetap hidup ya di blog ini. Makasih lho komennya!!  *Huge Smile*

*kecup ala anak Bawang