Tuhan, apa kabar hari ini?
Tenang, hari ini aku datang bukan buat "menye-menye" lagi. Aku datang untuk ngobrol dan meminta. Karena aku percaya, Engkau pasti akan senang sekali saat aku meminta, karena cuma dari satu muara semua hidup baik yang aku dapat, dari Engkau. So, mau minta lagi boleh ya...
Hehehe..
Tuhan.
Hari ini aku sadar(terimakasih sudah menyadarkan ku), bahwa belakangan ini aku duduk dikursi nyaman ku, dan lupa tentang perjuangan yang biasa aku perjuangkan. Artikel tentang Long Distance Recruitment di sebuah majalah tempat aku magang membuatku ingin menangis dan meminta kuat lagi untuk pertolongan-Mu. Ada sosok yang dibahas di artikel LDR ini, namanya Annisa Thabiina(24), seorang penerima beasiswa Program budaya Walt Disney yang menjadi Cultural Representative di Orlando. Sederhana memang, ya, banyak mungkin yang jauh lebih hebat dari Annisa, tapi entah mengapa apa yang dia punya sekarang membuat aku diam didalam artikel dan membayangkan betapa jauhnya aku dari mimpi-mimpi ini yang sebenarnya selalu aku bawa dibawah alam sadar ku. Annisa punya lebih dari 1000 teman di FB, jauh lebih sedikit dari Muhammad Iman Usman seorang pencetus pergerakan pemuda Indonesia yang namanya sudah mendunia, teman Iman hampir 5000 orang. Tapi entah kenapa aku merasa dia lebih sederhana tetapi powerful sekali untuk membuat orang bermimpi lagi tentang mimpi-mimpi luar biasa versi anak muda. Baru saja aku menghubungi Annisa via FB untuk menjalin persahabatan. Semoga di menerima request pertemanan, (Amin).
Tuhan.
Engkau pasti tau tentang tugas Google Adword yang ditugaskan bos ku. Dia sangat baik untuk ukuran sosialita Jakarta yang dekat dengan dunia hiburan. Dia berlaku seperti teman dengan ku, walau sifat moody nya kadang membuat ku ingin menuliskan kata-kata andalan ku bagi semua manusia moody didunia ini di post it ku "Gak cuma Lo yang punya masalah didunia ini, semua juga punya masalah!", atau, "Tau kenapa banyak perang didunia ini? Karena orang-orang kaya Lo ngerasa masalah kecil Lo lebih penting dibanding masalah penting lainnya." Loh, qo jadi curhat. Hahaha.
NO, my boss is really nice. Gaya begajulannya yang membuat dia berbeda dengan gaya kepemimpinan ala Bos lainnya. Untuk ukuran perusahaan media, dia masih sangat normal, tapi kalo di dunia perbankan, ooh, BIG NO! Ya, semua orang punya tempatnya masing-masing.
OK! Cukup ngomongin orangnya. Back to my Google Adwords . Dia menawarkan ku untuk ikut sertifikasi Google Adwords, sertifikasi untuk para calon social media strategist. Ini kesempatan yang sangat bagus, jarang ada orang yang menawarkan $50 untuk ku secara cuma-cuma. Biayanya tesnya $50 untuk, tes nya dilakukan secara Online. Sayang, aku tidak terlalu fokus untuk ini, padahal kesempatan kali ini pasti cuma datang satu kali untuk aku diwaktu seperti ini, dan cuma datang dari dia, si bos. Sudah 1bulan aku mangkir belajar untuk ujian sertifikasinya. Ya, banyak alasan ga penting yang sebenernya benar2 sangat tidak penting dibanding sertifikasi ini. Padahal saat aku punya sertifikasi ini, menjadi sebuah gengsi baru dan akan mempercantik CV ku. Inilah keindahan kursi nyaman ku, membuat nyaman tapi jatuh. :)
Tapi.
Apa yang aku rasa hari ini, membuat aku bertekad untuk ujian sertifikasi Google adwords MINGGU DEPAN!! 22sept'12. Janji! ada janji dan ada terget tanggal untuk ujian, janji ga akan mangkir belajar lagi, janji untuk belajar setiap habis subuh, diangkot dan saat lunch break(dan janji jadi anak magang yang baik,hehe).
Tuhan, ternyata hari ini doa nya pake curhat lagi deh, maaf ya, suka kelepasan kalo kita lagi ngobrol gini. hehehe.
Tuhan, mimpi ku sama seperti mimpi-mimpi anak muda lainnya. Anak-anak muda yang sedang mengejar kejutan dibalik mimpinya dan gerak cepatnya untuk mewujudkan semua mimpinya.
Aku hanya ingin mimpi Mami dan Babeh terwujud, mimpi tentang masa depan anaknya.
Tahun 2008, Babeh (panggilan sayang buat si bapak) pernah cerita.
"Kemarin ngobrol sama nasabah, cerita anaknya belajar ke Belanda. Terus bapak bilang aja, anak saya juga lagi cari-cari beasiswa nih ke luar negeri." Iya, itu cuma bohong, aku dan Anton(my little brother) ga pernah cari beasiswa, lebih tepatnya ga ada pikiran kesana. Aku tau dia bohong dan malu juga pasti. Aku juga marah, ya iyalah, aku cuma underdog yang dipaksa masuk kelas IPA sama babeh. Dear God and reader, bottom five and the last one was always mine. At that time.
2 Tahun yang lalu. Kata si babeh waktu di elevator Ambasador Mall (kita lagi hangout cari HP baru bwt mami).
"Kak, nanti kalo Kamu ke Australia, nanti bapak mau pake mantel tebal sambil main salju (sambil memperagakan gaya kedinginan dibalik mantel)."
Kali itu, aku dalam proses seleksi beasiswa UNSW dari sponsor Commonwealth Bank. Ya, finalis, 4 besar untuk 2 posisi scholars dari Indonesia. Hehehe.. Kayanya 2tahun yang lalu masih duduk di bottom seat deh. hehehe..
Maaf ya babeh, bukan kali ini. :)
Aku berhenti dibabak akhir, yaitu wawancara langsung dengan komisaris Commonwealth dan forum diskusi debat dengan peserta luar biasa yang berasal dari Universitas peringkat atas di Indonesia.(you-know-who).
2 Tahun lalu si Mami(panggilan sayang buat si Ibuk) juga pernah bilang :
"Kak, kamu cari beasiswa keluar negeri donk, biar Ibu sama Bapak bisa jalan-jalan ke luar negeri."
Sedih lho dengar kata-kata doa dan pengharapan kaya gitu, coba deh ntr rasain sendiri.
1Tahun yang lalu, aku mendengar percakapan mami dan om di telpon ; kata Mami
"Mungkin aku ga berlimpah harta, cuma ya selalu ada dan cukup. Mungkin Allah kasih rejeki lewat prestasi anak-anak ku."
Seneng lho dengar nya statement nya mami.
Aku dengar statement itu beberapa hari sebelum keberangkatan ku ke Thailand untuk student exchange beasiswa M-I-T mobility program dari Dikti. Hehehe.
Selang beberapa bulan Anton mendapat beasiswa Cultural Exchange ke Korea Selatan! Ya, Gangnam style! Dia dan Saxophone nya memberi sentuhan baru untuk exchange ini. Kekayaan budaya Indonesia selalu memeriahkan pertukaran ini dengan berbagai suguhan lokal Indonesia yang sangat menarik dibanding negara-negara Asean lainnya. Anton berbeda, berbeda karena dia dan Saxo-nya, berbeda karena visinya untuk keluarga.
Tinggal Astri yang belum melebarkan sayap kecil nya yang sedang patah.
Tapi sebentar lagi, aku percaya, Astri dan apa yang dia punya akan terbang lebih jauh dari aku ataupun Anton. (bantu aku dengan AMIN ya reader).
Baik Annisa Thabiina maupun keluarga ku, akan selalu jadi inspirasi dan semangat luar biasa untuk setiap jejak langkah penuh semangat dan keringat yang aku tinggal kan.
Mimpi ku sama seperti yang lain, cuma untuk membuat Mami dan Babeh selalu punya cerita untuk diceritakan pada tetangga, teman-temannya, sanak saudara, sepupu, handai taulan (banyak amat deh komponennya) dan dunia.
Tuhan, itu aja buat hari ini, besok lagi yaa, eehh, bentar lagi juga ketemu di jam ashar. hehehe. Big Thanks and Love YOU.
Ps : Dear Readers, Terimakasih untuk membantu ku mengucapkan Amin disetiap doa dalam tulisan ini. Mungkin Amin yang kamu ucapkan barusan akan berbalik untuk mewujudkan doa-doa mu juga.. AMIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar